Rabu, 22 April 2009

Kasih Sayang Lebih Mulia Dari Cinta

Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetaplah dingin, hanya suasana yang lebih indah mewarnainya

Dihadapan orang yang kau cintai,
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
Matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,
Engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis,
Engkau pun akan ikut menangis di sisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,
Memang hatimu menangis namun kau hanya menghibur saja

Perasaan cinta dimulai dari mata,
Sedangkan rasa suka lebih dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
Cukup dengan menutup telingamu
Tapi bila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,
Cinta itu berubah menjadi tetesan air mata
Dan terus bersemayam di hatimu dalam waktu yang tak singkat

Tetapi selain rasa suka dan cinta,
Ada perasaan yang jauh lebih dalam,
Yaitu rasa sayang.

Sayang yang tidak hilang secepat cinta pergi,
Sayang yang tidak mudah berubah,
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban
Untuk orang yang kau sayangi
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kau sayangi

Cinta ingin memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat
Orang yang disayanginya bahagia…walaupun harus kehilangan

Majalah KARITAS Edisi XXI / 4 – Juli 2005

Ketikaku Temukan Cinta

Dalam keheningan Sahara Yulara*
Dalam terdamparnya jiwa yang ramai menjadi sunyi...

Kutemukan Cinta...

Cinta itu begitu melekat pada sapuan pandangan...
hinggga tiap sudutnya termakna ketulusan yang membunga jiwa

Begitu cantiknya Cinta itu terlihat, seolah Sahara bagai Swarga
Dan begitu selaras bilur Cinta itu terasa, hingga meruah menjadi makna

Wahai Sang pemilik Cinta...
Sungguh Engkau menabur Cinta tiada segan...
Engkau Ciptakan Uluru* yang tegar, besar dan memerah...
Dan kokohnya Kata Tjuta* yang memangku kaki langit Australia

Semua untuk piala piala Cinta...
Aborigin yang legam bisa singgah didalamnya
mamalia yang melata, Kangguru, dan Unta berkumpul menyatu
Semua merasakan tebaran cinta Mu

Sampailah pada sudut relung hati ini
Pemilik piala cinta yang telah usang
yang rapuh memaknai cinta dan Karunia

Wahai Pemilik Lautan Cinta...
Jadikan jiwa dan hati ini tunduk dan patuh pada kebesaran cintamu
yang kan menjadikan piala cinta ini kemilau kembali

Jadikan tatapan Sahara Yulara ini menjadi luas
seluas hati ini meraih benih akan cinta-Mu.

Dan jadikan bingkai alam ciptaanMu ini
kelak menjadi bingkai cinta yang Kau persembahkan
sebagai hadiah cantik dalam hidupku.

Untuk Mu Alloh..., Ku meminang CintaMu.

Sajada wajhiya lilladziy khalakahu...
Wajahku telah bersujud kepada yang telah menciptakannya
Washawarahu wasaqa sam'ahu wabasharu
dengan meng-fungsikan pendengaran dan penglihatannya
bihawlihi waquwatihi
dengan kemampuan dan kekuatannya
Fatabaarakallahu ahsanul khaaliqiyna.
Maha Suci Alloh sebaik-baik Pencipta.

(Do'a Sang Kekasih yang telah lama menerima CintaNya...Muhammad SAW)

Juni 23. 2005.
Gurun Sahara Yulara.
Ayers Rock, Nortern Teritory. Australia.

Pramudya.
(Demi Chef at Sail and The Desert Hotel-Ayers Rock Resort)

------------
Ket:
Yulara adalah nama sebuah county wilayah NT - Darwin, Australia.
"Uluru" / Ayers Rock adalah Batu merah besar ditengah gurun Yulara
"Kata tjuta" / mount Olga adalah sebuah gunung Batu besar yg berwarna merah

Uluru dan kata Tjuta selain tempat bernaung Aborigin jg sebagai tempat kegiatan keagamaan yang sakral. berjuta burung yang indah selalu singgah melewati udara Yulara, udaranya sejuk dan bersih.
Diposkan oleh RAHMAT_HALSEL di 06:30 0 komentar Link ke posting ini
Kasih Sayang Lebih Mulia dari Cinta
Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetaplah dingin, hanya suasana yang lebih indah mewarnainya

Dihadapan orang yang kau cintai,
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
Matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,
Engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis,
Engkau pun akan ikut menangis di sisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,
Memang hatimu menangis namun kau hanya menghibur saja

Perasaan cinta dimulai dari mata,
Sedangkan rasa suka lebih dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
Cukup dengan menutup telingamu
Tapi bila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,
Cinta itu berubah menjadi tetesan air mata
Dan terus bersemayam di hatimu dalam waktu yang tak singkat

Tetapi selain rasa suka dan cinta,
Ada perasaan yang jauh lebih dalam,
Yaitu rasa sayang.

Sayang yang tidak hilang secepat cinta pergi,
Sayang yang tidak mudah berubah,
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban
Untuk orang yang kau sayangi
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kau sayangi

Cinta ingin memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat
Orang yang disayanginya bahagia…walaupun harus kehilangan

Majalah KARITAS Edisi XXI / 4 – Juli 2005

Kata Bijak 1

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
(Sayidina Umar bin Khattab)

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

-Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'
-Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia -Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpa mengambil pangajaran daripadanya
-Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara'
-Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi
-Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki
-Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan
-Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara', sedang orang yang tidak wara' itu bererti hatinya mati
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Dia berkata kepada para sahabat,"Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!"
(Sayidina Abu Bakar)

Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna
(Sayidina Abu Bakar)

Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
(Sayidina Umar bin Khattab)

Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
(Sayidina Umar bin Khattab)

-Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya
-Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina
-Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya
-Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga

(Sayidina Umar bin Khattab)

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Sabtu, 14 Maret 2009

Cahaya Yang Hanya Sebentar


Secara pribadi, aku tidak mengenal beliau. Istri tercintakulah yang mengajaku menikuti kuliah Dhuhanya di Iqro Islamic Centre Pondok gede setiap minggu pagi. Awalnya aku hanya sampai di parkiran saja, Baca Koran, sarapan dan menunggu istri mengikuti kuliah dhuha. Sampai pada suatu hari, saat setelah semua lembaran Koran habis terbaca, sayup-sayup aku mendengar suara dari arah tempat kuliah dhuha itu. Aku Cuma merenung, mengapa tak kuikuti saja kuliah dhuha itu mulai minggu depan.
Minggu depannya saat aku menatap wajah pembicara itu, aku tercenung. Masya Allah lelaki itu begitu mempesona. Aku seakan melihat cahaya mengelilingi wajahnya. Ya beliau begitu bersinar pagi itu. Aku masih ingat saat itu awal minggu dibulan Februari 2005. kenapa pagi itu kami datang agak terlambat , perjumpaan yang kurang dari satu jam malah dapat meyakinkan diriku “aku akan datang tiap minggu disini; Usta”.
Setelah itu , apabila tidak ada kepentingan yang lebih mendesak, kami berduapun setiap minggu rajin mengikuti dakwahnya. Menikmati setiap kata yang diucapkannya dan tak lupa mencatatnya (hal yang sebenarnya sulit untuk dilakukan. karena Ustaz terlalu tinggi ilmunya). Usai beliau memberikan kuliah, tak lupa sengaja kucegat ditangga untuk menyalaminya. Untuk mempresentasikan rasa hormatku pada beliau. Satu yang kuingat beliau tidak pernah lupah memberikan senyum saat aku kedepankan tanganku untuk mengajaknya bersalaman. Tentu ‘wa alaikum salam’ tak pernah lupa balas untukku.
12 Juni 2005, kami mengajak anak-anak berlibur ke lido. Karena anak yang paling besar hendak menghadapi ujian. Kamipun mengajak mereka berlibur untuk memudahkan konsentrasi belajarnya. Astagfirullah, Minggu pagi itu seharusnya kami tidak pergi, seharusnya kami tetap “menimba ilmu” ke Iqro. Karena pada hari rabu pagi kabar yang mengejutkan itu datang. Ustaz telah berpulang. Yang berarti perjumpaan kami dengan Ustaz yang terakhir, terjadi pada kuliah dhuha du pekan sebelumnya. Innalillahi wa inalilahi rojiun.
Terhenyak oleh kenyataan itu akupun bergegas ke Iqro sendirian. Istri telah berangkat kerja saat ia mengabari berita itu. Sesampai di iqro’, lautan manusia telah memadati aula. Akupun segera mengikuti sholat untuk Ustaz. Saat sang Imam menangis, akupun tak kuasa membendung emosiku.
Untuk pertamakalinya dalam hidupku, aku menangis saat melakukan sholat jenazah. Entah mengapa. Padahal aku baru sebentar mengenalnya. Namaku pun ia tak tahu dan kamipun hanya beberapa kali bersalaman. Tetapi yang jelasa aku memiliki rasa kehilangan yanga amat sangat saat itu hingga sekarang. Cahaya yang hanya sebentar kulihat itu telah dipanggil oleh yang maha kuasa. Cahaya yang dapat membuat aku bersemangat pergi bersama isteri di minggu pagi, sekarang tidak ada lagi.
Selamat jalan Ustaz, begitu lantunku saat berjalan melewati Jenazah Ustaz di pembaringan. Semoga dilapangkan kuburmu, diterangi kuburmu dengan cahaya-Nya. Dan dibukakan pintu gerbang taman-taman sorga dimana mengalir sungai-sungai dibawahnya, untukmu, Amin.

Jatibening, 20 Juni 2005
Kresnamurti: kresnamurti@gmail.com
Komp. TNI Jatibening Indah, Bekasi

(Di saring Oleh: Rahmat Abd Fatah dari Episode Cinta Sang Murabbi; Ketenangan bersama KH. Rahmat Abdullah. Hal-84).